Gombang, Tirtoadi, Kec. Mlati, Kabupaten Sleman, DIY
+62 857-0457-0001

Badan Wakaf Bumi Aswaja

Donasi Beasiswa Santri

Penyaluran berupa biaya pendidikan bagi santri yatim dan gharimin, yaitu santri dari keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak mampu melanjutkan pendidikan di pesantren.

Donasi Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kependidikan

Dukungan untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, meliputi bingkisan lebaran, dana sosial, pinjaman pendanaan, serta program peningkatan wellbeing seperti konseling, olahraga, dan kegiatan sosial.

Donasi Pembangunan

Penyaluran untuk pengembangan fasilitas pesantren, mencakup pembebasan lahan serta pembangunan masjid, asrama, ruang kelas, dan sarana pendukung lainnya.

Total Donasi Beasiswa
Rp 752.000
Total Penyaluran Donasi
Rp 2.000
Saldo Donasi
Rp 750.000
Total Donasi Kesejahteraan Guru
Rp 35.496.101
Total Penyaluran Donasi
Rp 2.366.101
Saldo Donasi
Rp 33.130.000
Total Donasi Pembangunan
Rp 18.466.000
Total Penyaluran Donasi
Rp 7.366.000
Saldo Donasi
Rp 11.100.000
Pemasukan Dana
Penyaluran Dana
17 Apr 2026 11:23
J****************i berinfaq sebesar Rp 25.000
17 Apr 2026 04:55
Y***********i berinfaq sebesar Rp 10.000
13 Apr 2026 09:20
D******************i berinfaq sebesar Rp 100.000
08 Apr 2026 15:59
E****a berinfaq sebesar Rp 100.000
08 Apr 2026 05:36
Y***********i berinfaq sebesar Rp 10.000
06 Apr 2026 15:11
T**********o membayar wakaf sebesar Rp 100.000
06 Apr 2026 15:11
T**********o berinfaq sebesar Rp 100.000
06 Apr 2026 10:10
S****i membayar wakaf sebesar Rp 500.000
04 Apr 2026 18:28
S*************i berinfaq sebesar Rp 50.000
03 Apr 2026 11:32
S*****************m berinfaq sebesar Rp 10.000
02 Apr 2026 12:00
K***********d berinfaq sebesar Rp 250.000
01 Apr 2026 19:08
P*******************f berinfaq sebesar Rp 50.000
01 Apr 2026 18:21
T***************n berinfaq sebesar Rp 50.000
01 Apr 2026 15:28
S**************h berinfaq sebesar Rp 25.000
01 Apr 2026 15:12
A***************m membayar beasiswa sebesar Rp 100.000
01 Apr 2026 15:12
A***************m membayar wakaf sebesar Rp 100.000
01 Apr 2026 15:12
A***************m berinfaq sebesar Rp 100.000
01 Apr 2026 09:03
A***********n berinfaq sebesar Rp 300.000
31 Mar 2026 09:46
M*******************h berinfaq sebesar Rp 500.000
11 Mar 2026 17:24
S*************i berinfaq sebesar Rp 50.000
Penyaluran Donasi Beasiswa
  1. Pencairan Dana Rp 2.000

    Alhamdulillah, telah disalurkan dana beasiswa pendidikan bagi 10 santri berprestasi di tingkat Madrasah Tsanawiyah yang berasal dari keluarga yatim dan dhuafa. Bantuan ini mencakup pelunasan biaya SPP selama satu semester penuh serta pengadaan perlengkapan sekolah seperti seragam, sepatu, dan tas baru guna mendukung kelancaran proses belajar para santri di awal tahun ajaran. Semoga bantuan ini menjadi penyemangat bagi para penerima manfaat untuk terus mengejar cita-cita dan menjadi amal jariyah yang tak terputus bagi para donatur yang telah menitipkan amanahnya melalui lembaga kami.

Penyaluran Donasi Kesejahteraan Guru
  1. Pencairan Dana Rp 1.000.000

    Alhamdulillah, telah terlaksana penyaluran dana infaq program pendidikan yang diperuntukkan bagi santri berprestasi namun kurang mampu di Madrasah Bumi Aswaja. Dana bantuan ini mencakup pelunasan biaya operasional pendidikan (SPP) untuk semester genap serta pengadaan paket sarana prasarana belajar seperti kitab-kitab kuning, seragam sekolah, dan perlengkapan tulis. Proses seleksi penerima manfaat dilakukan melalui verifikasi lapangan yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan ini benar-benar diterima oleh santri yang memiliki semangat belajar tinggi namun terkendala secara finansial.

    Investasi melalui pendidikan merupakan langkah strategis lembaga dalam memutus mata rantai kemiskinan di masa depan melalui pencetakan kader-kader ulama yang berkompeten. Kami percaya bahwa dukungan finansial yang bersumber dari dana umat ini akan menjadi wasilah bagi keberkahan ilmu para santri. Dokumentasi lengkap mengenai rincian biaya dan daftar penerima manfaat telah kami arsipkan sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kami kepada para donatur yang telah tulus ikhlas memberikan dukungannya.

  2. Pencairan Dana Rp 500.000

    Dana infaq periode ini telah direalisasikan untuk pengadaan kursi dan meja belajar baru bagi kelas tahfidz di Madrasah Aswaja. Penambahan fasilitas ini dilakukan karena meningkatnya jumlah santri baru, sehingga sarana yang ada sebelumnya sudah tidak mencukupi untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang kondusif.

    Dengan adanya fasilitas yang lebih layak, diharapkan para santri dapat lebih fokus dan nyaman dalam menghafal Al-Qur'an. Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur, semoga setiap huruf yang dihafal oleh para santri menjadi pahala yang berlipat ganda bagi Anda semua.

  3. Pencairan Dana Rp 866.101

    Penyaluran dana infaq pada periode ini dialokasikan untuk mendukung program ketahanan pangan masyarakat dhuafa di lingkungan sekitar pondok pesantren. Sebanyak 75 paket bahan pokok yang terdiri dari beras, minyak goreng, telur, dan gula pasir telah didistribusikan kepada para penerima manfaat yang didominasi oleh buruh harian lepas dan janda lansia. Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung dari pintu ke pintu (door-to-door) oleh tim relawan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sekaligus menjalin silaturahmi dengan warga.

    Diharapkan dengan adanya penyaluran bantuan pangan ini, beban ekonomi masyarakat dapat sedikit teringankan, terutama dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar. Program ini juga menjadi wujud nyata dari amanah para muzakki yang menitipkan hartanya melalui lembaga kami, di mana setiap rupiah yang diinfakkan dikonversi menjadi bantuan langsung yang dirasakan manfaatnya secara instan. Kami berkomitmen untuk terus menjalankan program serupa secara berkala guna memperkuat jaring pengaman sosial di wilayah aswaja ini.

Penyaluran Donasi Pembangunan
  1. Pencairan Dana Rp 7.366.000

    Alhamdulillah, telah dilaksanakan proses serah terima dan pembebasan lahan wakaf seluas 500 meter persegi yang berlokasi di sisi utara komplek Pesantren Bumi Aswaja. Lahan ini merupakan amanah dari para wakif yang secara kolektif menitipkan dananya untuk perluasan area pendidikan dan pembangunan asrama santri tahfidz. Seluruh proses administrasi, mulai dari penandatanganan akta ikrar wakaf hingga pengurusan sertifikat wakaf di kantor pertanahan, telah berjalan dengan lancar dan transparan.

    Rencananya, di atas lahan wakaf ini akan segera dibangun gedung asrama tiga lantai yang mampu menampung sekitar 100 santri tambahan. Selain sebagai asrama, sebagian area lahan juga akan difungsikan sebagai ruang terbuka hijau dan area bercocok tanam produktif bagi para santri untuk melatih kemandirian ekonomi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi melonjaknya jumlah pendaftar santri setiap tahunnya yang saat ini kapasitas asrama lama sudah mulai melampaui batas maksimal.

    Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh pihak dan para donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam program wakaf tanah ini. Semoga tanah yang diwakafkan ini menjadi ladang pahala jariyah yang tidak akan pernah putus selama tanah tersebut digunakan untuk kepentingan syiar Islam dan menuntut ilmu. Kami berkomitmen untuk terus menjaga amanah ini dan mengelola setiap jengkal tanah wakaf dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat.

Kabar Kebaikan

Cerita Penyaluran dan Manfaat Dana

Badan Wakaf Bumi Aswaja Yogyakarta Salurkan Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Yogyakarta, 18 Maret 2026 – Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, melalui Badan Wakaf Bumi Aswaja kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola dan menyalurkan amanah umat melalui kegiatan pentasyarufan zakat fitrah, fidyah, dan zakat mal. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren Bumi Cendekia Yogyakarta dengan tujuan utama membantu meringankan beban fakir miskin serta memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.  Dalam kegiatan pentasyarufan kali ini, tercatat sebanyak 32 muzakki telah menyalurkan zakat fitrah dan fidyah yang terkumpul dalam bentuk 45 kantong beras ukuran 3 kilogram. Selain itu, zakat mal yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.200.000. Seluruh zakat yang diterima kemudian didistribusikan secara langsung kepada para penerima manfaat, khususnya fakir miskin yang berada di sekitar pesantren. Penyaluran ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial, tetapi juga wujud nyata dari semangat kebersamaan dan keberkahan yang diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta menegaskan perannya sebagai lembaga yang amanah dalam mengelola zakat dan wakaf, serta menjadi jembatan antara muzakki dan mustahik.  Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh muzakki yang telah menyalurkan zakat melalui lembaga ini. “Jazakumullah khairan katsira atas kepercayaan dan kebaikan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melipatgandakan pahala dan keberkahan bagi para muzakki serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” demikian pernyataan Direktur Badan Wakaf Bumi Aswaja, Dr. Wiwin Rohmawati.  Kegiatan pentasyarufan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk terus menunaikan kewajiban zakat dengan penuh keikhlasan, serta memperkuat peran zakat sebagai instrumen penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di tengah masyarakat. 

Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta Salurkan Donasi Kesejahteraan Karyawan dan Bingkisan Idul Fitri

Yogyakarta, 11 Maret 2026 – Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta kembali menyalurkan amanah dari para donatur untuk mendukung kesejahteraan karyawan dan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Melalui program donasi yang difasilitasi oleh aplikasi BC Smart Academic, terkumpul dana sebesar Rp33.816.101 pada bulan Maret 2026. Dana tersebut kemudian disalurkan secara tunai kepada 80 orang staf yang berkhidmah di lingkungan Pondok Pesantren Bumi Cendekia dengan jumlah total Rp18.366.101. Adapun sisa saldo sebesar Rp15.450.000 akan dimanfaatkan untuk program kesejahteraan berkelanjutan, seperti layanan konseling dan dana sosial karyawan, sehingga dapat mendukung wellbeing serta meningkatkan kualitas hidup para staf pesantren. Selain itu, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, para wali santri turut berpartisipasi dalam program donasi bingkisan dan uang tunai. Total donasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp32.000.000, yang kemudian langsung disalurkan kepada 82 orang staf sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka di pesantren.  Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara donatur, wali santri, dan lembaga dalam memberikan manfaat yang luas bagi kesejahteraan para karyawan. Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. “Alhamdulillah, donasi ini bukan hanya sekadar angka, tetapi wujud kepedulian, kebersamaan dan kasih sayang yang diharapkan akan menghadirkan keberkahan menjadi bagi semua pihak. Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari para wali santri ini, jazakumullah khairal jaza, â€ť ungkap Ketua Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta, Kyai Muhammad Iqbal Ahnaf, Ph.D.   Sekretaris Yayasan Bumi Aswaja Yogykarta, Saeroni, M.H., menyampaikan dukungan dari para walsan dan donatur ini sejalan dengan komitmen yayasan untuk terus meningkatkan kesejahteraan bagi para pendidik dan seluruh civitas Pesantren Bumi Cendekia sebagai apresiasi atas khidmah dan profesionalitas kerja mereka dalam mensukseskan layanan pendidikan di pesantren dan sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan adanya program kesejahteraan dan bingkisan Idul Fitri ini, diharapkan semangat pengabdian para staf semakin kuat, suasana kebersamaan semakin hangat, dan lingkungan pesantren semakin kondusif dalam mencetak generasi berilmu dan berakhlak mulia.

Program Donasi Bingkisan Ramadan dari Wali Santri Ponpes Bumi Cendekia

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, wali santri yang dikoordinir oleh Komite Sekolah, pada Senin pagi (09/03), menginisiasi program Berkah Ramadan dengan memberikan bingkisan kepada seluruh karyawan SMP, SMA, dan Pesantren Bumi Cendekia senilai Rp.32.000.000,- berupa sembako dan uang tunai. Program ini menjadi bentuk kepedulian dan kebersamaan antara wali santri dengan para karyawan yang setiap hari berperan penting dalam mendukung aktivitas pendidikan di pesantren.Ibu Wina, perwakilan wali santri, menyampaikan bahwa bingkisan ini adalah wujud rasa syukur sekaligus cinta kasih dari para wali santri atas kerja keras dan pengabdian karyawan. “Kami berharap bingkisan ini dapat menambah semangat dan membawa kebahagiaan di bulan Ramadhan, serta mempererat tali silaturahmi antara wali santri dan keluarga besar pesantren,” ungkapnya. Fitroh selaku perwakilan dari Pengurus Yayasan Bumi Aswaja Yogyakarta menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kepedulian wali santri tersebut. Ia menegaskan bahwa dukungan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh karyawan untuk terus memberikan pelayanan terbaik. “Semoga kebersamaan ini menjadi berkah dan semakin menguatkan komitmen kita dalam mendidik generasi yang berilmu dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Beasiswa S2 di Belgia 2026 Buka Pendaftaran, Bisa Kuliah Sains hingga Seni!

Jakarta - Peluang beasiswa magister dibuka di Flandria dan Brussel, negara bagian Belgia, lewat program Master Mind Scholarship. Peminat asal Indonesia yang belum pernah kuliah program gelar di kampus-kampus Flandria boleh mendaftar.Beasiswa S2 di Flandria dan Brussel ini disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Pelatihan Flemish untuk studi pada tahun ajaran 2026-2027. Perkuliahan akan digelar dalam bahasa Inggris.Tersedia program-program S2 dengan durasi 1-2 tahun. Dirangkum dari laman resminya, di bawah ini kampus yang bisa dipilih, syarat, dan batas waktu pendaftaran beasiswa ini.Baca artikel detikedu, "Beasiswa S2 di Belgia 2026 Buka Pendaftaran, Bisa Kuliah Sains hingga Seni!" selengkapnya https://www.detik.com/edu/beasiswa/d-8361415/beasiswa-s2-di-belgia-2026-buka-pendaftaran-bisa-kuliah-sains-hingga-seni.Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/ ok sip 

Daftar Bantuan buat Korban Bencana Aceh yang Tertahan di Bea Cukai

Jakarta - Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Tito Karnavian mengungkapkan bantuan dari diaspora Aceh yang tinggal Malaysia tertahan di Bea Cukai. Para pengirim masih ada hubungan keluarga dengan penerima bantuan bencana di Aceh.Tito merincikan bantuan yang tertahan Bea Cukai itu berupa minyak goreng 3.000 liter senilai Rp 1 miliar, gula pasir sekitar Rp 50 juta, air mineral senilai Rp 672 juta, serta makanan siap saji 500.000 dus senilai Rp 1 miliar.Selanjutnya, pakaian baru sebanyak 3.000 karung dengan nilai mencapai Rp 126 miliar, Al-Qur'an senilai Rp 1 miliar, serta closet toilet senilai Rp 4,8 miliar.Tito, yang juga Menteri Dalam Negeri (Mendagri) ini meminta dukungan DPR untuk menindaklanjuti hal tersebut agar bantuan bisa diterima pihak keluarga."Nah ini yang kami mohon bantuan dan mohon dukungan dari pimpinan DPR bapak-ibu sekalian, ada datanya kami sampaikan nanti setelah ini. Mereka sudah siap barangnya dikirim dari Port Klang di Kuala Lumpur, akan dikirim ke pelabuhan di Lhokseumawe, pelabuhan Krueng Geukueh namanya. Tapi sekarang masih tertahan karena dari Bea Cukai belum mengizinkan masuk. Nah inilah bantuan dalam bentuk keluarga," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah, Rabu (18/2/2026).Menurut Tito, Bea Cukai menahan bantuan tersebut karena ada alasan tersendiri. Misalnya untuk minyak goreng dan gula pasir, Bea Cukai meminta persetujuan dari kementerian Pertanian.Kemudian untuk pakaian baru tersebut, Tito mengatakan Bea Cukai menilai bahwa bantuan tersebut perlu dipastikan saat penyalurannya. Hal ini dilakukan agar tidak ada praktik jual beli barang yang bisa mengganggu industri dalam negeri."Dari Bea cukai sudah mengirimkan surat balasan kepada kami agar minyak goreng dan gula pasir harus ada persetujuan dari menteri pertanian dan pakaian baru senilai Rp 126 miliar ini jangan sampai mengganggu produksi dalam negeri," terang Purbaya.Tito pun menyampaikan akan menggandeng aparat keamanan untuk memastikan distribusi tersebut sampai ke tujuan agar tidak ada penyelewengan."Nah kami sampaikan bahwa ini akan kami awasi langsung dari pelabuhan itu nanti kita akan bersama sama awasi dari TNI dan polri supaya langsung masuk ke pengungsi, tidak untuk dijual ke mana mana. Kami siap bertanggungjawab untuk itu," ujarnya.Semantara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menjawab dengan mengusulkan agar minyak goreng tersebut diuangkan saja dan kemudian membeli minyak goreng dari Indonesia. Hal ini karena Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor minyak goreng.Meski begitu, Amran tetap mempersilahkan bantuan minyak goreng dan gula pasir bisa masuk ke Indonesia asalkan ada pengawasan terhadap distribusinya."Kalau masih bisa usul kami, karena kami juga ekspor minyak goreng ke beberapa negara, tapi kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau memang harus masuk, saya kira tidak masalah tetapi pengawasan yang sangat ketat," ujar Amran.Dengan begitu, permasalahan terkait izin dari kementerian teknis untuk bantuan minyak goreng dan gula pasir sudah tidak ada lagi.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akan membebaskan bantuan untuk masuk ke Indonesia. Hanya saja, bantuan tersebut harus ada keterangan dari BNPB yang menyatakan bantuan itu untuk bantuan bencana."Selama ada keterangan dari BNPB ini bisa kita bebaskan pak. Jadi BNPB bilang ini barang untuk bantuan bencana, bea cukai akan lepaskan itu," ujar Purbaya.

Takut Masuk Surga Terakhir, Orang Kaya Ini Justru Ingin Jadi Miskin

Jakarta - Banyak orang mengejar kekayaan agar hidup terasa aman dan cukup. Namun bagi Abdurrahman bin Auf, harta justru menjadi sumber kegelisahan. Ia bukan takut miskin, melainkan khawatir kekayaannya membuatnya masuk surga paling terakhir.Abdurrahman bin Auf lahir dari seorang ibu bernama Shafiyah, sedangkan ayahnya bernama Auf bin Abdu Auf bin Abdul Harits bin Zahrah. Ia adalah salah satu sahabat Nabi yang dikenal kaya raya, tetapi gemar bersedekah. Abdurrahman bin Auf pernah menangis sedih karena terlalu banyak harta."Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya sehingga hisabnya paling lama. Mendengar hal tersebut, Abdurrahman bin Auf pun berpikir keras bagaimana caranya agar ia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal," tutur sebuah riwayat.Dalam upayanya jatuh miskin, Abdurrahman bin Auf pernah menyedekahkan separuh hartanya pada masa Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, ia kembali bersedekah sebanyak 40.000 dinar, yang sebagian besar hartanya diperoleh dari hasil perdagangan.Suatu hari, salah satu kaum Anshar bernama Saad yang dikenal sebagai orang kaya di Madinah menawarkan sebagian hartanya kepada Abdurrahman bin Auf. Namun, tawaran tersebut ditolak. Ia justru bertanya tentang lokasi pasar di Madinah.Setelah ditelusuri, harga sewa pasar di Madinah saat itu sangat mahal. Banyak orang ingin berdagang, tetapi tidak memiliki modal besar untuk menyewa tempat. Melihat peluang tersebut, Abdurrahman bin Auf membeli sebidang tanah dan menjadikannya sebagai kavling-kavling pasar.Kavling-kavling tersebut dibangun dan digunakan oleh para pedagang Muslim tanpa dipungut biaya sewa. Ia menerapkan sistem bagi hasil yang lebih adil, sehingga tidak memberatkan para pedagang yang masih merintis usaha.Diriwayatkan, Abdurrahman bin Auf pernah menyumbangkan 200 uqiyah emas-satu uqiyah setara dengan kurang lebih 31 gram-untuk memenuhi kebutuhan logistik selama Perang Tabuk. Saat Rasulullah SAW menyerukan infak, ia tidak pernah ragu untuk mengeluarkan hartanya.Begitu pula saat Perang Badar. Abdurrahman bin Auf memberikan santunan sebesar 400 dinar kepada masing-masing veteran. Ia juga tercatat menyumbangkan 40.000 dinar, 500 ekor kuda, dan 1.500 ekor unta untuk para pejuang.Tidak hanya itu, ia pernah membeli kurma yang hampir busuk dari para sahabat di Madinah. Para pedagang pun gembira karena kurma mereka dapat terjual. Sementara Abdurrahman bin Auf berharap dengan sedekah itu dirinya bisa jatuh miskin.Namun, tiba-tiba datang seseorang yang mengaku sebagai utusan dari Yaman. Ia mengabarkan bahwa negerinya tengah dilanda wabah penyakit menular, sehingga rajanya mengutusnya untuk mencari kurma busuk.Menurut utusan tersebut, kurma busuk dipercaya dapat menjadi salah satu obat untuk penyakit menular itu. Akhirnya, seluruh kurma milik Abdurrahman bin Auf diborong dengan harga sepuluh kali lipat dari harga kurma biasa.Kedermawanannya tidak membuat Abdurrahman bin Auf jatuh miskin. Sebaliknya, kehidupannya justru semakin meningkat. Keberhasilannya dalam bisnis membuatnya dijuluki sebagai "tangan emas" karena apa pun yang dikerjakannya selalu membuahkan hasil besar.Di saat Abdurrahman bin Auf merelakan hartanya agar menjadi miskin, pada saat yang sama Allah memberikan limpahan rezeki berkali-kali lipat kepadanya. Ia wafat pada usia 72 tahun dan termasuk dalam deretan sepuluh sahabat Nabi yang dijamin masuk surga.Bagi Abdurrahman bin Auf, warisan terbaik yang ditinggalkan untuk keluarganya bukanlah harta atau kekayaan, melainkan ajaran Islam dan teladan dari Rasulullah SAW. Semoga kita dapat meneladani sifat Abdurrahman bin Auf, ya detikers.